Rangga Aditya Pengin Banggain Orang Tua. Suka Hal Yang Berbau PES

Cara Budidaya Jamur Tiram

4 min read

Jamur Tiram

Selamat datang di portal ranggaku, kali ini kita akan membahas cara budidaya jamur tiram yang baik dan benar .

Bila kamu ingin membuka peluang usaha seperti budidaya jamur tiram itu sangat mudah karena pengeluaran dana investasi terbilang cukup terjangkau dan dapat kamu kerjakan dengan tekun dan ulet .

Sebelum anda melakukan cara budidaya jamur tiram kamu harus tau jenis – jenis jamur tiram lebih dahulu, ini jenis – jenis nya .

 

Jenis – Jenis Jamur Tiram

Banyak sekali berbagai jenis jamur tiram yang dapat kamu budidayakan. Ini jenis – jenis jamur tiram tersebut :

  1. Pleurotus Floridae jamur yang memiliki ciri warna putih bersih.
  2. Citrinopileaus jamur yang memiliki ciri warna kuning keemasan.
  3. Eryngii jamur yang memiliki ciri warna kebiruan.
  4. Ostreatus jamur yang memiliki ciri warna putih dan putih kekuningan.
  5. Flabellatus jamur yang memiliki ciri warna merah jambu.
  6. Euosmus jamur yang memiliki ciri warna kecoklatan.
  7. Cystidious jamur yang memiliki ciri warna putih kemerahaan.
  8. Djamor jamur yang memiliki ciri warna ungu kemerahaan.
  9. Pulmonarius jamur yang memiliki ciri warna putih ke abu-abuan.
  10. Sajor Caju jamur yang memiliki ciri warna kelabu.

Setelah kamu mengamati jenis – jenis jamur tiram langkah selanjutnya adalah cara melakukan budidaya jamur tiram dari awal sampai akhir hingga jamur tiram itu di panen .

 

1. Pilihlah Bibit Jamur Tiram yang Bagus dan Baik

Bibit Jamur Tiram

Supaya hasil budidaya kamu bagus pilih bibit jamur tiram yang baik. Banyak sekali petani jamur tiram yang sangat memperhatikan hal ini .

Untuk mendapatkan bibit jamur tiram yang sangat baik, maka anda harus melakukan cara ini agar jamur yang anda buat bagus ;

  1. Membeli bibit jamur tiram kepada inflasi penyedia jamur yang sudah terpercaya .
  2. Membibitkan sendiri jamur tiram, apabila kamu ingin jamur tiram nya mendapatkan bibit F1 .

Apabila kamu masih pemula, baru ingin membuka peluang usaha jamur tiram saya sarankan untuk membeli bibit jamur tiram yang akan kamu budidaya kan .

Pada saat membeli kamu harus tahu petunjuknya, inilah petunjuk nya ;

  1. Cari tahu pada petani jamur tiram yang sudah berpengalaman dan berhasil .
  2. Pilih bibit jamur tiram dengan BER 75% .
  3. Pastikan tanggal pembuatan jamur tiram belum kadaluwarsa .
  4. Pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh di sekitar tubuh jamur tiram nya.

 

2. Pembuatan Media Untuk Pertumbuhan Jamur Tiram

Media atau Baglog Jamur Tiram

Baglog adalah media tempat untuk pertumbuhan jamur tiram . Baglog sendiri terbuat dari campuran tiga bahan yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram yaitu bekatul, grajen ( serbuk gergaji ), dan kapur .

Cara membuat baglog yaitu 100 kg grajen dan 10 kg bekatul, serta 1-3 kg kalsium atau kapur. Ikuti cara pembuatan nya :

  1. Ketiga bahan tersebut di campur dan di aduk secara merata. Terus tambahkan air kira – kira 60% dari berat bahan .
  2. Tutup adukan tersebut .
  3. Gunakan plastik ukuran 15×30 / 17×30 / 20×35, lalu isi adonan yang tadi dibikin. Ingat, isinya juga harus padat.
  4. Baglog ukuran yang kecil yang sudah di isi kira-kira berat nya sampai 1,8 kg.

 

3. Proses Fermentasi

Proses Fermentasi Jamur Tiram
Proses Fermentasi Jamur Tiram

Setelah kamu sudah membuat media tanam untuk si jamur tiram, kamu tidak bisa langsung menanamnya. Melainkan kamu harus menunggu proses fermentasi kira-kira 5-10 hari.

Selama proses fermentasi, suhu media tanam akan meningkat drastic hingga 70 derajat celcius. Setiap hari kamu harus membalikan media tanam untuk meratakan proses pelapukan.

Proses ini sebenarnya berguna untuk membunuh jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram kamu.

Kamu juga jangan lupa untuk mengontrol proses fermentasi setiap hari. Apabila warna media tanam jamur tiram sudah berubah warna manjadi warna coklat kehitaman, maka media tanam sudah siap.

 

4. Proses Sterilisasi

Proses Sterilisasi Jamur Tiram

Setelah kamu selesai pada proses fermentasi, selanjutnya media tanam di masukan ke dalam kantong plastik yang berjenis polipropelin. Kemudian media tanam tadi di padatkan hingga berbentuk seperti botol.

Lalu bagian atas palstik atau sering disebut dengan leher itu di kasih ring, disumbat menggunakan kapas, kemudian dipasang penutupbaglog sehingga tidak air yang masuk.

Setelah baglog sudah siap, kamu bisa mulai proses sterilisasi dengan cara mengukus media tanam tadi dimasukan ke dalam drum. Proses ini memanfaatkan panas uap air yang suhunya 90 – 110 derajat celcius dalam waktu 8 – 10 jam.

Pada saat melakukan pengukusan, jangan sampe kestabilan api pada tungku terlalu panas apalagi api nya sampe mati di tengah jalan, nah tuh inget jangan sampe lupa ya bro.

Kalau sudah selesai wadah dari pembungkus di buka dan didiamkan selama 5 – 6 jam agar suhu dari baglog dan media tanam menjadi normal kembali.

 

5. Proses Inokulasi

Proses Pemasukan Bibit ke Baglog

Baglog yang sudah di sterilisasi di pindahkan keruangan khusus yang bernama inokulasi dan di diamkan selama seharian penuh supaya suhu baglog kembali normal.

Ruangan inokulasi harus steril dan memilikisirkulasi udara yang lancar dan baik. Karena fungsi dari ruang inokulasi adalah untuk meminimalisir baglog dari spora pathogen atau bakteri lainya.

Cara memasukan bibit ke dalam baglog sangat mudah, berikut cara nya :

  1. Ambil botol bibit F3 , berikan alkohol dengan menyemprotkannya. Setelah itu panaskan mulut botol di atas api spirtus sehingga kapas terbakar, lalu matikan apinya dengan meniupnya .
  2. Setelah kapas yang menyumbat botol di buka, aduklah dengan kawat steril ( bisa di sterilkan dengan api yang panas ) .
  3. Masukan bibit tersebut ke dalam baglog sampai penuh dan tutup dengan kapas . biasanya baglog di isi 10 gram bibit jamur tiram .

6. Proses Inkubasi

Proses Inkubasi Jamur Tiram

Proses inkubasi atau di sebut juga dengan pemeraman , yang bertujuan untuk menumbuhkan miselium.

Ruang inkubasi mempunyai suhu sekitar 24 – 29 derajat celcius dengan kelembaban 90 – 100 % , dengan cahaya 500 – 1.000 lux dan sirkulasi udara sekitar 1 – 2 jam.

Kamu mungkin dalam proses ini di buat bingung, karena istilah ini belum kamu denger sama sekali, maka dari itu kamu harus lebih teliti dan sering membaca referensi dalam budidaya jamur tiram ini.

Dalam proses inkubasi sendiri memerlukan waktu yang lumayan panjang lah sekitar 15 – 30 hari sesuai kebutuhan dan kondisi sekitar lingkunganmu.

Selanjutnya dalam waktu 15 – 30 hari miselium sudah memnuhi bagian baglog , maka tandanya baglog sudah siap di pindahkan ke rumah kumbung untuk di budidayakan.

Ini adalah proses terakhir, makanya kamu harus sangat hati-hati dalam proses ini , apabila sebaliknya jika miselium tidak tumbuh , bisa di katakan dalam proses ini atau inakulasi telah gagal.

 

7. Rumah Kumbung

Rumah Kumbung Jamur Tiram

Setelah proses inkubasi selesai , baglog di pindahkan ke ruang kumbung dengan kondisi  yang sudah di  penuhi oleh misellium.

Kamu harus melubangi ujung baglog dengan kawat atau silet yang sudah steril. Lubang itu akan menjadi tempat buah jamur tiram tumbuh. Oiya nih aku kasih tau lagi bos !

Apabila bibit jamur yang kamu punya adalah bibit F4, maka kamu bisa langsung tempatkan ke rumah kumbung. Kira-kira buah jamur tiram tumbuh sekitar umur 1 – 3 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

Nah jadi gitu tahap dalam budidaya jamur tiram. Cukup mudah kan ? kuncinya cuma ketelitian dan kejelian kamu dalam menjaga dan merawat jamur tiram yang tengah tumbuh dan nantinya bisa di panen.

 

8. Panen Jamur Tiram

Saat Panen Jamur Tiram

Dalam memanen jamur tiram kamu jangan sesekali memetiknya dengan tangan langsung, karena dapat menyebabkan jamur lupa dan pembusukan yang akhirnya mati. Panen sebaiknya dengan pisau atau cutter yang tajam sekalehh dan bersih tidak berkarat .

Potong jamur tiram pada bagian pangkal batang langsung letakan ke keranjang. Kamu jangan sesekali membersihkan jamur di dalam ruang pengembangbiakan.

Lalu kalo masuk ke rumah kumbuh pintu di tutup rapat – rapat lagi, jangan sampai ada sinar cahaya terang yang masuk  dapat mengurangi kelembaban udara di dalam rumah kumbung. Jangan terlalu banyak udara juga, karena jamur tiram dapat mengeluarkan gas.

 

9. Pengemasan dan Pemasaran Jamur Tiram

Proses Pengemasan dan Pemasaran Jamur Tiram

Tahap terakhir yang di lakukan oleh usaha budidaya jamur tiram adalah pemasaran . Kamu tidak harus menjualnya di pasar, lebih bagus lagi apabila kamu pemasok utama di bidang kuliner.

Atau kamu ingin membuat olahan dari jamur tiram karena memberi nilai lebih dan omset pun lebih banyak lagi mantab .

Yang  terpenting kamu harus ulet dan rajin dalam memasarkan produk yang kamu sekarang sedang geluti . Dan selalu cari tau pada sesama pengusaha agar dapat ide baru .

Pada pengemasannya, jamur tiram yang sudah di petik dan yang sudah di bersihkan kemudian masukan jamur ke dalam plastik transparan dengan gelembung yang cukup supaya jamur tidak cepat busuk .

Makasih dan semoga bermanfaat buat kamu yang ingin sukses di usia muda.

 

 

 

 

 

 

 

Rangga Aditya Pengin Banggain Orang Tua. Suka Hal Yang Berbau PES

Budidaya Ikan Lele

Rangga Aditya
3 min read

Budidaya Ikan Koki

Rangga Aditya
2 min read

4 Replies to “Cara Budidaya Jamur Tiram”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *